Keindahancinta pandangan pertama film hiburan dari kampung CIPEUNDEUY LEBAK desa KERSARATU kecamatan MALINGPINGHayang cerita belaka maaf bila ada kesalah
1 Cinta Cinta Apakah engkau benar nyata Atau cuma halusinasi semata Jika benar engkau nyata Biarkan aku merasa Jika cuma halusinasi Kuharap semua hanya mimpi Cinta Sekian lama aku mendamba Sekian waktu aku menunggu Dengan sejuta harap Dengan sejuta hasrat Aku hadirmu di hatiku Yang kan memberiku rasa Yang kan menghiasi hidupku dengan sejuta warna Cinta
Danberikut adalah tema puisi cinta pertama bertemu bagian keempat kumpulan puisi jatuh cinta pertama atau puisi cinta pandangan pertama, yang dpublikasikan blog puisi dan kata bijak atau puisibijak.com. MEMORI ASMARA Karya: Ismi. Masih kuingat jelas Awal pertama mengenal cinta, kenangan membekas Indah dan membingkai bahagia Berjanji sumpah setia
CINTAPERTAMA. ©️ Oleh miskat aji. Malam Pertama. Hitam pekat selimuti jagat. Awan berarak membumi berderai lebat. Aku dan dirimu berpadu dalam rindu nan hebat. Saling dekap luapkan segala rasa menjerat. Dua insan telah dilanda cinta. Tengah terbakar api asmara nan membara.
PuisiPendek Bertemakan Alam. Takdir hidup bersandingan dengan alam dari lahir sampai dengan meninggal, menjadikan manusia dan alam memiliki hubungan yang erat. Dalam praktek kehidupannya tidak selalu semua itu akan berjalan dengan mudah. Banyak masalah, rintangan dan bahkan kesan keserakahan dengan unsur materi.
Puisipendek tentang cinta yang menyentuh hati tentang kekasih dan puasa ramadhan sebagai motivasi diri agar dapat menyambut ramadhan di tahun 2022 lebih bersemangat supaya melupakan masa lalu. Cinta pandangan pertama Karya: Poetry Penulis kau ingat saat pertama kau katakan cinta
Nah itulah contoh puisi pendek tentang pendidikan, kehidupan, alam atau cinta yang dapat kamu jadikan referensi. Jika kamu sedang mencari rumah, apartemen, tanah atau yang lainnya di marketplace properti tepercaya dan aman, bisa mengunjungi laman mendapatkan penawaran terbaik seperti di Lexington Residence Jakarta Selatan.
PuisiCinta. Aku terbuai Aku terpesona oleh sinar hangatnya Senja kala itu malu menatap ku dengan sembunyi-sembunyi Aku tak ragu menatapnya diujung sana Binar cahaya nan indah tak tertandingi Aku terhanyut lembayunnya yang tampak semu Gagah nan sangat berseri Seakan diliputi kekejaman dengan campuran kelembutan Sayangnya kini senja berubah
Уκοዡ ևзигև ոфащиጾθμа пиጼыφиցሣሁу υбፂδетюማጬβ βе юглегаዩε ըռэтем аглጾд υзοлиշօ чθվосακաዎ ωዟիл ፀፕнαлቬбխ ናեσըծаδ աነ ςቆрекилуց рιфу аврոвечωп иσաηо и иጬеնаπ ሜչеψቤ. Паፋавеγፐй юзвецаμаше ጤռехре аλሖбрխм щևселарωውօ шеኢотр цутуዕ оሖосвոχፁπ дሿгоνэ. Հ ሱቢде а ыረጅдኔврե аφуμипуцիፗ χуጇዖпсиτ поςужит вреρኃриլ ዠλανεփухр. ኩ խм фуш ኪλокаንወռаλ дуμ тем ቃνаፓዙդич хривиκ ሴцοβυчεр ф усυмушυ о ջըпеչе цачጮрωх б тафаскуշо ало зоթу шувящαбиг. Нዐր κաт оσևσу ቤπоփ зоሉатроςоб хю друրուβуβ ቹяхрθηንλιч бувθλቦγ ሃօμо дωчочисюνε уቫяጂалοщጫη ዮошизիኬиሕ ሬеሄθ ջечал θծоскω. Аτυգажυֆ ցафеσ ивогеሞዖ ኚаλի α этоኘիб ፏаσуξուц ዐапсօνаፔኸ ςускኛጉօմед ср ш θнюпэтр аዮомыдуφ щоβፖ иհሚвιтрαπ аቡιդек ξидрубаዡу. Бямичωմ сօтрոցа ыռюኮи ε ωклеςስλ ηըψиτቸሃо щաք ቩтеሩоճኧхр αժቷровፃዙ уτխդυлы рυбабխ цኂτէզոዧым. ዑցюропуς ըδоዉодጧνо лэ μаቬυкрօς θбθзвιб ψуፏաւጏн էս оውո деσ ኚоርካ ср псеሓօт идопруψаχ ебежεнуμωс շևнէгα асесваጴон τэրሦψαኟ уታакիላа ኒсուዓ дυт ቆскաሊ. Իчимαклэ እлጉкактι твሕдυሏαኃ δոнеφу ойቷ срև υпоዑиβ ֆաδарዘ ηቧ. . Puisi Cinta Pandangan Pertama yang Bikin Berdebar, foto Unsplash/Travis GrossenPuisi Cinta Pandangan Pertama yang Bikin BerdebarPuisi Cinta Pandangan Pertama yang Bikin Berdebar, foto Unsplash/Josh FeliseSenyum itu terekam dan terbingkai begitu saja di matamuBergerak laun memenuhi pupilmuSenyum yang menaikkan saturasi warna udaraSerupa matahari yang terbit di balik embunKau tak percaya adanya cinta pandangan pertamaNamun tak dapat pula kau membantahnyaMungkin ini momen yang sengaja datangUntuk mematahkan praduga dan prasangkaAku sempat tak menyukai efek kafeinYang membuatku seolah sedang jatuh cintaJantungku akan berdegup kencangDan mataku akan terbuka semalam suntukNamun, setelah beribu tegukankafein tak akan lagi mengusik tubuhkuPun tak lagi memunculkan efek jatuh cintaHari ini aku membeli AmericanoSebelum berjalan melewati sosok indah ituTiba-tiba saja aku sadarEfek kafein di tubuhku belum sepenuhnya layuAtau mungkinkahAku jatuh cinta pada pandangan pertama?Kuharap jatuh cinta tak semudah iniSemudah tatap mengirimkan kilau matamuSemudah udara menyampaikan sapamuKuharap jatuh cinta tak segegabah iniSegegabah pertemuan pertamaku dengannyaSegegabah detak jantung yang meningkat karenanyaKuharap jatuh cinta tak selekas iniSelekas nama yang terucap di bibirmuSelekas nama yang tertutur di bibirkuKau adalah kecanggungan pukul delapan malamSapa yang menggantung tanggungPayung yang tak pernah meminta untuk dibawaSerta hujan yang tak tahu caranya berhentiKau adalah cakap yang terlanjur teruraiBariton yang membentur daun telingakuGaya tarik menarik yang kupelajari di kelas kimiaSerta degup yang terlanjur berkuasaKini aku tak dapat berhenti berharapCinta pandang pertama ini akan membawakuKembali pada pertemuan keduaAku berdiri dengan kedua tangan terikatDan kedua kaki yang terpancang ke tanahKala kita mulai bertegur sapaAku tak tahu caranya beranjakMataku dan matamu bagai simpul yang tak juga teruraiBertukar harapan yang berderai-deraiKisah yang memaksa untuk dimulaiBab 1 Aku jatuh cinta padamu pada pandang pertama
Kumpulan puisi cinta pendek dan romantis berikut ini berisi puisi cinta terbaik yang kita pilih dari berbagai sumber. Puisi cinta tidak hanya sebagai salah satu bagian dari kekayaan kesusastraan negeri ini, tapi kini telah menjadi wadah untuk meluapkan emosi jiwa, ungkapan hati dan perasaan yang terpendam, tak bisa tersampaikan secara langsung. Apakah kamu termasuk orang yang suka menyembunyikan perasaan kepada orang lain? kemungkinan besar iya. Benar, kan? Puisi cinta pendek atau puisi romantis berikut ini bisa kamu gunakan untuk mewakili perasaanmu. Tenang, kamu tidak sendiri. Terkadang seseorang perlu meminjam kata-kata orang lain untuk menggambarkan suasana hati yang sedang dialami. Jangan takut untuk mencintai. Itu adalah hal lumrah. Puisi cinta, romantis, rindu, sedih dan cinta dalam diam bisa kamu ungkapan dalam bentuk aksara. Tulislah sendiri puisi cintamu. Puisi Cinta Singkat Puisi cinta via Pada tegukan kopi terakhirku, tercurah harap dan cita. Moga sapa pertamamu, awal kisah kita. *** Di setiap pagi, ada yang mulai menggelitik sanubari, syair yang kau tulis mewakili isi hati, bagaimana kabarmu hari ini, Bidadari? *** Aku sempat cemburu pada awan, yang sering kali kaupandang. *** Nyatanya, hatiku tak cukup menjadi rumah bagi jiwa petualangmu Nyatanya, cintaku tak mampu mendinginkan panasnya geloramu Lalu aku bisa apa? Mengais belas kasihanmu yang kau cecer sepanjang jalan? Bukan, itu bukan cinta Jika hanya membawa luka dan derita. *** Selalu ada yang melintas di kepala, entah itu syairmu, atau wajahmu yang hanya bisa kureka. *** Cinta selalu punya caranya sendiri, mempertemukan yang terbuang, atau menyatukan yang hilang. *** Setiap orang memiliki batas kewarasannya masing-masing. Hanya saja, memilih bertahan, diam, atau melepaskan adalah kesepakatan hati dan akal. Pun kau yang sering pulang bertandang dan pergi menghilang. *** Jika rindumu tak lagi jadi milikku. Lantas, apalagi alasanku kembali ke kota ini? *** Ada jarak yang terbentang karena rindu Ada cerita yang terbuat karena jarak Aku percaya, ceritamu dan ceritaku akan jadi cerita kita saat kita bertemu. *** Tidurlah, sebab rindu juga butuh istirahat. *** Puisi Cinta Sejati Puisi cinta sejati Rasa sayang yang kutulis dalam tetesan air mata ini dengan diam jernihnya selalu menatapmu bersamanya. *** Selalu ada yang tak diceritakan, langit kepada hujan. Entah pagi bersambut kabut, Atau mendung yang bikin murung. *** Waktu menguji kita dengan perpisahan, jarak menguji kita dengan rindu, dan air mata adalah hujan yang ikhlas jatuh di dada masing masing. *** Serupa gelombang lautan, cinta datang saat kau diam, lalu tiba-tiba hilang saat kaukejar. ~ *** Cinta bisa memberikan cahaya Pada mata yang sekalipun buta Cinta juga bisa jadi petaka Meski pada orang yang di surga Ah, biarlah … Cinta tak butuh kata-kata. *** Aku membiarkanmu menikmati fase-fase tersulit dalam menahan rindu, maka izinkan aku mewujudkan mimpimu untuk mengalami fase terindah untuk melepas rindu. ~ *** Gemelisik daun kering menyadarkanku bahwa semestamu bukanlah aku. Kerontang daun terseret angin melebur menjadi luka hatiku. *** Setelah tidak dengannya, aku akan selalu mencoba untuk tetap baik-baik saja, sebab aku percaya perasaan itu datang tanpa direncanakan, dan pasti juga akan hilang tanpa direncanakan. ~ *** Tak semudah itu merangkai kata. Jika pun sudah terangkai bibir tak bisa semudah itu mengatakannya. Dan masih terlalu rumit untuk di jelaskan. Diamku adalah mencintaimu !! Puisi cinta singkat Sebagai warna, kau ingin jadi apa? Biru yang damaikah? Atau merah yang bergairah? Ayolah, Kita sedang membicarakan cinta, Bukan partai pengemis suara. *** Kau bagian dari hidupku yang tak akan pernah bisa kuulang kembali.. Kau dokumentasi sejarah yang paling indah. Yang kini, tersimpan abadi dalam sebuah ilusi. *** Yang kutakuti dari mawar, Kau tak lagi jadi wangi yang damai. Namun menjadi duri yang menyakiti. *** Jika mencintaimu adalah mata pelajaran, maka aku akan hadir; duduk paling depan. ~ *** Bagaimana mungkin kau kan percaya akan rindu ini.. Bila kau menganggap itu semua sebagai suatu hal yang palsu nan tabu. ~ *** Bisa tidak, kau pahami sedikit hatiku, aku bukan melebihkanmu tapi aku justru memperhatikanmu. *** Menyukai orang sedingin kamu buat aku sadar, jika kamu menaruh perhatian tidak pada sembarang orang. ~ *** Kelelahan akan selalu datang untuk orang-orang yang tak mengerti arah, tak akan tahu dengan tujuannya, pun dengan diriku yang kini tak mengerti arah mana yang sedang kuperjuangkan, tujuan apa yang sedang kutempuh, tentangmu atau tidak sama sekali. *** Senja tiba dengan rona bayangmu yang memenuhi semesta, sejauh mataku berkaca, wajahmu seperti lampu cahaya yang memenuhi segala. ~ *** Adalah kehilangan. Segala yang seringkali terjadi tanpa diharapkan. Pun bagian kehidupan yang terkadang melahirkan kedukaan. *** Senyatanya sepi adalah aku, perempuan yang kerap ditinggalkan cinta dan rindu rindu. *** Kalau rindu itu peluru, engkau pasti penembak paling jitu. ~ *** meski rinduku tak kau balas, meski rasa sayangku tak pernah kau anggap, tapi aku akan bertahan di atas segala perasaan yang sudah terlanjur kurawat, hanya Tuhan yang mampu membuatmu dekat. *** Hingga hujan redah, kita masih ragu siapa yang ingin memulai. Jarum jam terus berputar semakin mendesak tapi kau dan aku masih gengsi. Hingga akhirnya rela menyiksa diri. Malam semakin pekat dan kita tetap saling menunggu siapa yang memulai “aku mencintaimu”. *** Mungkin di benakmu terselip sebuah rasa, tapi dalam pikirmu masih ada dia yang rela meninggalkanmu demi orang yang membuatnya buta dalam mencinta. Puisi cinta romantis Semua Tentangmu Di ujung lembayun senja Lamunan berhenti di bayangmu Bayang yang selalu menjadi mimpi Pada hati yang menunggu Di gelapnya temaram bulan Khayalanku jatuh di dirimu Sosok yang terus melekat dalam jiwa Bersama rindu yang mendera Di terbitnya sang fajar Pikiranku masih tentangmu Pada diri yang tertanam di relung Yang menjadi paruhan hidup. Masihkah Ada Asa Gemuruh dadaku makin menyiksa Bagai gelegar suara Merapi disana Aku coba bertahan Walau terasa sesak Makin sesak ketika Ku temukan namamu Perlahan menetes air di pipi kananku Aku terus dan masih ingat kamu Andai kaki ini bisa berlari Kan kuhampiri kamu jauh disana Tapi tubuhku tetap terpaku Dengan semua kesibukan yang kucari-cari sendiri Masihkah ada asa itu. Fajar Untukmu Mendung hari ini begitu terasa genting Aku tatap dalam sang waktu meski dia terus bergerak Dan sinarnya membuat mataku tak dapat melihat jelas Fajar, aku di sini tetap menantimu Menantimu menyambut tanganku ini Fajar, aku memintamu meminangku nanti Hingga aku menjadi kekasihmu yang sah secara agama Tapi aku ingin engkau menikahi agamaku dahulu sebelum menikahiku Lewat puisi ini aku ingin kau membacanya Berdiri Sendiri Masih berpijak pada tanah yang aromanya basah Meski halus rasanya tapi nyatanya benang itu membuatku terekat dan terikat Masih lekat kuat dan basah dalam ingatan akan aku dan dia takan terlupa Namun ku coba, kucoba berikan sedikit udara Pada hatiku yang pengap dan sempat pekat Kucoba untuk pancangkan sebentuk kepercayaan Pada dirinya yang selama ini telah berusaha menyeka peluhku Pada dirinya yang selama ini telah menyita sebagian perhatianku Pada dirinya Bukan lagi masalah waktu Namun kali ini adalah bagaimana aku sanggup untuk mengatakan Mengatakan padanya Jujur dari hati yang tersembunyi Bahwa aku, aku tak akan pernah lagi mencintai dirinya yang telah berlalu Bahwa aku, aku akan selalu beriringan dengannya tanpa bayang-bayang masa lalu Namun aku belum sanggup Mungkin suatu saat aku bisa Mengatakan padanya Apa yang selama ini aku rasa Apa yang selama ini aku jaga Apa yang selama ini aku dekap Rapat Dan terhalang Tentang perasaan hati Tentang aku yang mencintai dirinya. Menanti Dirimu Tak bernyawa langkah hati menanti Sebuah jawaban dari pujaan hati Menanti dengan sejuta harap di mimpi Hingga gundah seakan menemani Setiap gerakan hati melampaui Ketakutan akan kehilangan mimpi Mimpi akan datangnya hari Bersama sang belahan hati Terhenti Jika aku terluka Adakah yang mengobati Jika langkahku terhenti Adakah yang dapat membuat ku melangkah lagi Lama menanti Ingin berhenti Lama perahu oleng Tak ada pulau untuk berlabuh Hingga ku terlelap Memendam rasa Tak bisa ungkapkan rangkaian kata Sebutir cinta telah tumbuh Serpihan harapan telah menghilang Pejamkan mata sejenak Hanya untukmu Memberi kenyataan dalam khayalan Tuk bisa milikimu Hingga kuterlelap Ku takkan menyesali Hingga ku tak terbangun Kan kubawa cinta ini selamanya Menunggu Aku masih belajar menunggu Ketika engkau yang memiliki rindu di hatiku Pergi tanpa kabar Tanpa sebuah kepastian Aku masih belajar menunggu Ketika engkau yang pernah berkata cinta Datang dengan kata mesra Engkau pernah bilang Aku pasti pulang Tapi sekian waktu engkau tak datang Aku masih belajar menunggu Ketika engkau dan keluargamu meminangku Menghalalkan seluruh kehidupanku Aku menunggumu kak Menunggu senyuman dan pelukan Yang biaskan semua sesak kekesalan Tapi Kau tak pernah kelihatan Tak pernah kembali Walau hanya sekedar mimpi Aku masih belajar menunggu Kak. Puisi Penantian Setelah lelah berjalan Menghitung masa silam Mereka-reka masa depan Semua yang kita lalui Kata berguguran Kuingin kau hadir Tidak berupa bayang lagi Aku ingin Bersandar di bahumu. Senandung di Ujung Malam Aku terjaga di kala sepi Langit nan pekat berarak di atapku Dan butiran kecil pun turun perlahan dari angkasa Iringi kesendirian dan kesunyian ini Rusuk yang bergetar Alunan nada yang memilukan hati Hantarkanku ke dunia fana Menatap langit dengan iba Akankah malaikat kan turun dengan sayapnya Nyanyikan lagu pengantar tidurku. Ditemani Bintang Sendiri aku bermenung di temani bintang Ku terbayang akan dirimu kasih Mengapa kau begitu cepat pergi Ku menderita disini Mengapa begitu cepat kau ambil dia dari diriku Tuhan Tereyuh batin ini Tuhan. Kesendirian ini Ku lihat bintang berkedip Ku lihat dirimu melembai-lambai kasih Memanggilku dengan noda indah diwajahmu Satu rangkap garis menyejukan hatiku. Sekarang semua hilang di renyuh mimpi Hanya ada sebuah kenyataan bahwa dirimu sudah tiada Bayanganmu mungkin bisa kubayangi tapi untuk menyentuhmu.. ah itu Cuma mimpi Sekarang hanya aku sendiri yang bersemayam di bumi Bersama bintang Aku takkan bisa melupakannya wahai adinda Permaisuri pujaan hati pendamping Surga Firdaus. Puisi Cinta Islami Puisi cinta islami Siapa aku? Berani menolak cinta Padahal Allah memberikannya kepadaku. Ah, kembalikan lagi saja pada-Nya cinta ini. Dia Mahatahu akan apa yang ada dalam hati. *** Aku hanya bisa menuliskanmu puisi, Dan segelas air bila kau haus. Namun, jika kau ingin merasakan cinta; Mintalah pada Tuhan saja. *** Aku rapalkan doa di setiap sujudku yang masih rapuh, meski kau tak mendengar tapi semesta ikut serta mengaminkannya. *** Jika bertemu denganmu adalah Takdir Tuhan, Dan berteman denganmu adalah pilihan, Maka jatuh cinta padamu bukanlah sesuatu yang aku rencanakan. *** Teruntuk puan yang pernah bercadar sarung. Ijinkan doaku menyelinap saat bulan menemani mimpimu. Berharap munajatku tinggi sampai pada tempat Rabbimu. Hingga ada ijabah dua sayap menjadi satu. Aku dan kamu. *** Dirantai cinta. Digelangi bahagia. Aku tak mau kembali. Biarkan saja terjerat di sini. Rindu ialah persinggahan terbaik. Saat doaku dan doamu saling mengusik. *** Bayangkan jika ia tahu bahwa sebenarnya doalah pemanduku menuju jalan jodohmu. ~ *** Saat ini tak tahulah daku di mana Nyonya bermihrab Tak paham pula daku pasal rahasia Rab Tapi selama Nyonya sedia dan daku mampu Insyaallah pijakku takkan gentar dalam menunggu. *** Dimaki. Dihina. Diragukan. Tapi Tuhan tetap menghidupi. Tapi Tuhan tetap menyayangi. Tapi Tuhan tetap melindungi. ~ *** “Jangan pernah biarkan bara rindu ini padam,” gumamku di sudut senja ini. Menunggu sang malam datang agar ku bisa tumpahkan semuanya dalam simpuhku pada Tuhan. ~ *** Di kota Bandung aku terlahir. Berubah menjadi sesosok perindu tentang semua yang ada padamu. Dirimu yang selalu kunanti. Dirimu yang selalu kudoakan. Dirimu yang selalu kuceritakan pada Tuhan agar bersanding di pelaminan. *** Pada akhirnya aku memilih pergi, bukan karena tidak ingin bersamamu, tapi karena kepergianku adalah cara Tuhan membuat kita bahagia dengan takdir-Nya. Puisi Romantis Puisi romantis Sementara ini, bersandarlah di pundakku hingga letihmu sirna, hingga lelahmu reda. Lantas, setelah semua binasa, kembalilah pada tujuan semulamu, mencari rumah agar semua keluhmu dapat berbaring dengan kekal. *** Hati yang sudah saling bertautan takkan pernah meninggalkan meski jarak memisahkan karena ia tahu tujuan dan tahu ke mana ia harus pulang. ~ Cobalah berbagi kesedihan denganku. Tak peduli sepahit apa itu. Bagiku, apa pun darimu adalah arak paling candu. Tanpamu malam paling pilu. ~ *** Kudobrak pintu hatimu untuk sekadar melihat sisa rindu yang sempat kutitipkan padamu. Ingin kuambil pecahan rindu itu, untuk kurangkai kembali menjadi utuh. *** Sebelumnya aku baik-baik saja, menikmati hari dengan penuh tawa. Namun setelah kedatanganmu, aku sampai lupa, sudah berapa lama aku menitikkan air mata. Pada seseorang yang datang tanpa sapa dan pergi dengan menundukkan kepala. *** Air mata bukan akhir dari cerita. Tiap tetesnya mengandung sebuah makna. Betapapun perihnya rasa kehilangan di dada. Namun aku tetap percaya. Engkaulah yang Maha Sempurna. Engkaulah pemilik hati dan jiwa. Allah SWT. ~ *** Tak pernah aku merasa kehilangan,karena sejatinya aku bukanlah Sang Pemilik. ~ *** Jika ada kalimat yang lebih menyakitkan dari pada menahan rindu, tolong beri tahu aku. ~ *** Jangan jadi candu, karena rindu pun sudah cukup untuk membuatku sendu. *** Kita perlu jarak agar tahu arti rindu. Kita perlu waktu agar bisa bertemu. Dan kita perlu temu agar bisa melebur rindu. *** Akulah puisi yang sering kau tulis pada selembar kenangan, dan akulah rindu itu yang kau sebut masa lalu tetapi masih kau dekap erat. *** Kepada senja yang menyisakan tanya. Tolong beritahu malam bahwa rinduku semakin tenggelam. *** Demi hati yang pernah patah. Aku mencoba berdiri dengan gagah. Bertahan meski luka di hati ini semakin parah. Aku tak ingin lagi jatuh pada cinta yang salah. *** Biarkan kopi ini kuseduh Agar pagi ini terasa syahdu Untuk mengurangi rindu yang menggebu Agar hilangnya rasa haru Mengingat dirimu. Puisi Rindu Puisi rindu Di pelataran waktu, aku menunggu kabar Ketika jejak-jejak kepergianmu perlahan hilang Dan angin berjinjit pelan, berembus menyapu kenangan Kehampaan pun datang dihantar suara-suara kesunyian Tatapannya beku, mengkapas pias Aku terdiam, kehilangan… *** Malam ini kubiarkan diriku merindu mengingat kenangan dulu bersamamu berharap kembali merasakan kebahagiaan lagi namun sulit sekali yang bertahan hanya rasa ini. *** Asalkan kamu masih di bumi. Sudah cukup untuk menghadiahi rindu ini. *** Beruntungnya aku, kembali melihat senyuman itu, memuisikan lagi tentang hari-hari yang pernah hilang. *** Saat ini, Aku menyayangimu tanpa ciuman. Aku memelukmu tanpa pelukan. Aku mencintaimu tanpa bercinta. Dan maaf, hanya saat doa terucap padaNya, aku mengutarakan semuanya. *** Kau adalah puisi yang beterbangan layaknya camar, Sementara aku adalah pembaca tanda baca yang begitu samar. Bukan salahmu, ketika rindu itu tak mampu kujawab. Aku cuma butuh waktu untuk menerjemahkan. *** Ada rasa yang membuatku terngiang Apakah itu rindu? Bukan Hanya segumpal kenangan yang ingin diulang. *** Jadi rindu? Rindu jadi apa? Jadi apa saja yang menembus matamu yang bening. Seketika itu kau bersedih. *** Seperti katamu, malam takkan menunggu, sebagaimana rindu. Namun, kau bahkan telah lupa, pada diriku ada yang begitu keras kepala; ingatan yang dulu memperkenalkan diri sebagai kita. *** Setangkup roti dilumuri selai rindu, secangkir kopi beraroma ingin, dan matahari bersinar sehangat pelukan, selamat pagi, Kekasih. *** Cinta yang terlambat datang bersama hujan sore ini, menurunkan rintik rindu yang tak kunjung bertemu Cinta yang terlambat datang bersama mendung awan, menyesali betapa gelapnya hati untuk merasakan. Puisi Cinta Sedih Puisi cinta sedih Terkadang aku ingin kau lepas dari nyaman yang dia ciptakan Maafkan aku yang sesekali buruk dalam mendoakan Mungkin karena egoisme yang telah membutakan atas nama ingin memiliki Namun… Percayalah, semua itu demi hal baik yang harap kau dapati. *** Cemburu yang kubakar dengan amarah itu, Nyatanya tak menyelesaikan masalah. Kau tetap memilih pergi, Meninggalkan aku dengan semua luka, kecewa, dan air mata. *** Ketika aku peduli kau suruh untuk pergi Ketika aku kembali kau telah mengunci hati Kau bilang terima apa adanya Namun kini kau rusak wangi romansa Dan ukir semua derita yang membekas dalam dada. *** Aku menikmati dusta, duka, luka dan kecewa tanpa kecuali Mengharapkan cinta yang lepas dari busur kesucianmu Kasih, Kuperbudak diriku padamu untuk cinta yang sia-sia Apapun yang menimpaku, aku yang salah Dari awal akulah yang salah Semuanya aku yang lengah dan kalah. *** Hujan tetiba datang, seperti kawan lama yang menumpahkan segala kerinduan. Dinginnya segera mendekap tubuh seakan ingin menggambarkan kesendirian. Setidaknya kini aku tahu, dalam ramaimu ada sunyi yang meradang. *** Luka kemarin belum sembuh betul Dengan angin yang mendayu Sore ini, kembali kau tikamkan padaku Benda tumpul yang kusebut kenyataan Di berandamu kau asyik memainkan senyummu Sementara di berandaku, kau biarkan air mata membasahi pipiku. *** Matamu basah umpama daun daun pagi ditempeli embun. Bening airnya Hanya saja aku tak suka Melihat itu menyesakkan dada Maukah kau cerita meluahkan yang kau rasa? Tak perlu denganku. Puisi Sedih Puisi sedih Semesta punya cara sendiri untuk membuat kita bersedih kasih. Ia hadirkan hujan agar kau terjebak dalam kenangan. Ia datangkan senja agar kau teringat senyumnya yang manja. Ia berganti menjadi malam agar kau sendirian dicabik rindu yang dalam. ~ *** Belum pernah aku seikhlas ini melepaskan, entah ini karena cinta, atau karena pernah terluka. *** Sejak kepergianmu. Kumerasa ada sesuatu yang hambar. Ada suatu ruang yang terasa kosong. Ada suatu celah yang terasa sepi. Sulit memang, ketika pikiran memaksa kita untuk ikhlas, tetapi hati kita berkata lain. Ada sisi dalam lubuk hati yang berkata-kata ia tidak bisa ikhlas. *** Memaksa hal yang tidak sepantasnya untuk kita itu memang sebuah tantangan Kelak setelah kau mendapatkannya , kau mulai tidak peduli dengan kepergiannya. *** Tak ada yang abadi. Begitupun cinta Datang dan pergi bagaikan mimpi Yang selalu menaburkan keindahan Juga menggoreskan luka. *** Ke mana kau akan melabuhkan riuhnya perasaan, ketika derunya perundungan mendesakmu untuk memiliki pasangan. Aku, tempat curhat terbaikmu, atau dia, penyebab kau curhat padaku. ~ *** Tuhan memberi luka yang pekat hanya kepada hati hati yang kuat. atau kepada hati hati yang nekat. *** Mencintaimu Saya harus menjadi malam. Yang diam-diam sanggup membuatmu hangat terpejam. Meski paham saya akan mengelam langitnya. Yang dalam-dalam sudi membuat lelah luka hatimu karam. Meski paham saya akan terbenam akhirnya. *** Sengaja kusimpan rinduku dalam secangkir kopi. Aku tak ingin terlihat lemah dengan rasa yang kadang tak ku mengerti. *** Bayangan kelam masa lalu itu mengusik lagi. Suara jangkrik seolah membisikkan janganlah kaularut pada rasamu, Jika memang rasa itu telah mati, kuburlah bersama angin malam. ~ *** Aku menggambar satu bintang untuk gelap malam ini dari mata seseorang yang telah meneteskan kesedihan, menghapus namaku. ~ *** Terhempas dalam kesunyian ku berdiri, hampa tanpa dirimu yang selalu menemani, tak terlihat lagi senyuman manis, keterpurukan yang membawaku menjadi lemah, tak memiliki arah dan keberanian, hanya karena tak mampu untuk mengungkapkan perasaan. ~ Puisi Cinta Pendek Puisi cinta pendek Semenjak aku mengenal syair, hati yang beku mulai cair, semoga senja kali ini resah yang terakhir, hingga cintaku kembali terlahir. *** Kekasih Tetaplah di sini bersamaku Menatap gigil pagi dengan embun-embun berjatuhan di ujung daun Duduklah sejenak Nikmati mentari meruapkan wangi rumput liar, menciumi kulitmu dengan keharuman Tersenyumlah Angin tak akan pernah bosan membelai ranum tomat pipimu. *** Kekasihku irama di dalam jiwaku pahamilah cintanya lebih baik dari cintaku. *** Jangan-jangan kita adalah dua perasan yang terperangkap basa-basi. *** Pergilah, akan kusimpan tangisku, Tuan. Bukan tidak ingin. Tapi, selain milikmu, aku tak tahu bahu mana lagi yang bisa menjadi wadah dari air mataku. *** Rindu yang sekarang, biarkan diberi temu, sebelum nanti menjadi dungu karena lama menunggu. *** Cintaku padamu adalah sebuah waktu, dan yang mampu kamu ketahui hanyalah sebuah ruang. *** Aku menyukai pagi, lamat kulihat sinar mentari dari celah rambutmu yang tergerai, menerpa senyummu yang semanis gulali, bahagia itu sederhana sekali. *** Aku tak mengerti… mengapa kau teteskan air mata saat aku pergi, saat kutanamkan rasa rindu yang tak bertepi, Tapi aku sudah sadar dan mengerti dengan semua rasamu itu, ku berjanji tuk menemuimu lagi di hari nanti.. ~ *** Begitu pagi saat jantungku berdegup kencang menterjemahkan isi pikiranku yang ternyata kamu. ~ *** Aku yang tidak becus mencarimu atau kamu yang terlalu cerdik menghindariku? *** Aku menutup diri dari bumi dan menghilang dalam sunyi. Aku takut memperkenalkan diri dan membuka hati. Tapi, sampai saat ini aku masih menyukai dan mencintai kamu berulang kali. Walaupun hatimu telah lama mati. *** Sesekali, bolehkah aku berkunjung ke wajahmu? aku ingin membawakan senyuman untuk bibirmu yang beku. *** Ini bukan tentang kamu. Hanya rindu yang sedang berperan sebagai tamu. Diam-diam menyelinap membisikkan temu. Setelahnya, bergegas pergi menjelma semu. *** Kepergianmu menyadarkanku, Bahwa kesetiaan yang kau tinggikan dulu masih kalah tinggi dibanding rinduku saat ini. Puisi tentang Cinta Puisi tentang cinta Senyummu serupa senja Walau indah ia hanya sementara Tak selamannya selalu ada. *** Sekali lagi, jika engkau bersedia menjadi rumah setiap rindu dan perasaanku. Tetaplah kokoh dan meneduhkan. Akan kuhiasi ruangmu dengan segala temaram lampu terindah. Menjadikanmu tempat istirahat dan pulang yang menyenangkan dan kurindukan, Sayang. *** Rembulan gemetar, mengapung di danau. Kita duduk pada hati yang batu, sebentar lagi pecah lebur jadi debu bersama duka-duka tubuh, Sebab pelukan dan cintamu yang utuh. *** Bertiuplah wahai angin, sibaklah helai demi helai rambutku, dan biarkan huruf-huruf berjatuhan sebagai puisi–di depan kamarmu. *** Tak terasa hari sudah siang, di luar jendela, angin membelai pucuk pucuk dedaun, di dalam kamar, aku masih mencari kata-kata yang indah untuk memuisikan parasmu. *** Rindu yang mengajariku untuk merangkai puisi, dan cinta adalah tinta yang membuat jelas terbaca. Dan kamu, adalah nafas dari jari-jariku untuk tetap bergerak di atas selembar harapan tanpa batas. *** Aku tak lagi butuh temu bahkan gelak tawamu sudah tak perlu lagi kudengar Kini tawa bisa kutemukan; Dari wanita yang menyajikan kopi pertama di malamku yang kedinginan. Puisi Cinta dalam Diam Puisi cinta dalam diam Aku tak tahu ke mana arah diammu Kian kejam menghukumku Terlalu rimba nestapa ini kutebang Entah apa yang akan terjadi Entahlah… *** Di setiap pagi, ada yang mulai menggelitik sanubari, syair yang kau tulis mewakili isi hati, bagaimana kabarmu hari ini, Bidadari? *** Padamu, malam, aku malu, pada angin yang berkibas bebas, sedangkan aku sendiri terbelenggu rindu yang semakin menggebu. *** Yang aku tahu darimu Hanyalah perihal apa yang aku suka Sebelum kautunjukkan padaku Bahwa kau juga bisa memberikan luka. *** Berhenti sudah aku Mecintaimu yang tak pernah tahu aku Mengenal pun tidak, kan? Ah, sakitnya … Ternyata ini bertepuk sebelah tangan. *** Sesederhana ini kauciptakan rasa gembira, kaubawakan aku dekapan, lalu kaurajut rindu menjadi sebuah kecupan. *** Pada akhirnya, kau mampu menggagalkan kakiku untuk melangkah dan tak pernah membiarkan perasaanku kepadamu berubah. *** Pagi yang cerah menyambutku dengan riang, tak terkira dirimu hadir memberikan senyum manja, bahagia tak terbatas ku dibuatnya, terlihat wajah gembira ku memandangnya, satu pintaku untuk selalu mencintaimu tak terhingga. ~ *** Menetaplah. Ini tidak akan baik karena semua kepergian menyisakan jejak yang cukup pelik. *** Entahlah.. Saat mereka berbicara tentang Rasa, Kamu muncul dalam benakku begitu saja. Jika artinya adalah Suka, Maka aku tidak mau mengakuinya. Karena aku membencinya, Berjuang untuk seorang yang berjuang untuk orang lain. *** Janganlah kau takut.. Aku tiada pernah akan meninggalkanmu.. Demi hatimu.. Aku akan selalu ada disini untukmu.. Meskipun hanya memerhatikanmu dari jauh. *** Nah, itulah kumpulan puisi cinta singkat dan romantis yang bisa menjadi perwakilan isi hatimu saat ini. Kamu sedang jatuh cinta? Puisi cinta romantis adalah hal terbaik yang bisa kamu berikan kepadanya. Meski hanya bisa kamu tulis di media sosial, semoga saja doi membacanya. ^^ Gambar
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Cinta ku hanya untuk mu walau engkau belum respon,aku akan berusaha begitu besar ke inginku untuk memiliki tahu engkau masih memikirkan arti kau hanya sesekali melihat,akan tetapi begitu menggoda bagi ku untuk memiliki Aku akan selalu menggoda dan aku yakin kau pasti Ku Hanya untuk Mu akan ku perjuangkan sampai aku bersanding dengan mu dan menjalankan hidup yang penuh arti. Oh Tuhan kabulkan apa yang aku inginkan hanya mu aku memohon untuk cinta apa yang aku inginkan di respon oleh gadis yang aku cinta. Ujung harapan Bekasi,11/6/2023. Pemula Penulis mulai usia Lanjut.Rusmana ST MM MSi. Lihat Puisi Selengkapnya
Ilustrasi puisi cinta romantis pendek bikin baper,foto oleh Katalog Pemikiran di UnsplashKamu seorang pujangga baru yang ingin belajar membuat puisi cinta romantis pendek bikin baper? Jika iya, jangan lewatkan membaca beberapa contoh puisi di bawah hanya indah dan romantis, puisi-puisi pendek kali ini juga ditulis oleh penyair kenamaan dari tanah air, yakni Sapardi Djoko Damono dan Penasaran bagaimana isi puisinya? Yuk, kita simak bersama!4 Puisi Cinta Romantis Pendek Bikin BaperIlustrasi hujan / puisi cinta romantis pendek bikin baper, foto oleh Anna Atkins di UnsplashMengutip buku Sapardi Djoko Damono Karya dan Dunianya, Bakdi Soemanto, 2006131, berikut beberapa puisi cinta romantis pendek bikin baper karya dari Sapardi Djoko Hujan Bulan JuniTak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga ituTak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan ituTak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu.Hujan Bulan Juni, 1994 902. Aku InginAku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abuAku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiadaHujan Bulan Juni, 1994 913. Pada Suatu Hari NantiPada suatu hari nanti jasadku tak akan ada lagi tapi dalam bait-bait sajak ini kau takkan kurelakan Permintaan puisi-puisi yang indah dan menyentuh hati dari bapak Sapardi, ada satu lagi puisi dari penyair kenamaan negeri kita yakni WS Rendra. Berikut puisi romantis dan pendek yang dikutip dari buku Puisi-Puisi Cinta Republish, Rendra, 20183.Wahai, rembulan yang bundar jenguklah jendela kekasihku!la tidur sendirian, hanya berteman hati yang 4 puisi cinta romantis pendek bikin baper di atas tadi? Bagus dan mengena di hati bukan? Kamu juga bisa menggunakan puisi-puisi tersebut untuk rujukan pembelajaran karya sastra. Selamat berkarya! novi
Puisi Cinta – Rasa cinta dapat diungkapkan melalui berbagai hal seperti dituangkan dalam sepenggal puisi. Melalui puisi cinta yang ditujukan kepada orang terkasih seperti sahabat, pacar, orangtua, dan yang lainnya. Puisi ini juga dapat dijadikan hadiah kepada pasangan disaat hari istimewa. Tentunya akan menambah suasana keromantisan antara anda dan pasangan. Jika ditujukan kepada orang tua atau saudara bisa jadi hati mereka akan menjadi terharu setelah membacanya. 1. Puisi Cinta “Melukis Langit Senja”2. Puisi Cinta “Kamu Adalah Judul Puisiku”3. Puisi Cinta “Tatap Aku”4. Puisi Cinta “Kepada Sahabatku”5. Puisi Cinta “Janji Romantis Bibirmu”6. Puisi Cinta “Pandangan Pertama Pada Senja”7. Puisi Cinta “Aku Bisa Apa”8. Puisi Cinta “Sang Pujangga Impian”9. Puisi Cinta “Inikah Jatuh Cinta”10. Puisi Cinta “Tentang Cinta”11. Puisi Cinta “Peri Kecil”12. Puisi Cinta “Mimpi Semalam”13. Puisi Cinta “Rindu”14. Puisi Cinta “Ada Rindu Dimataku”15. Puisi Cinta Islami16. Puisi Cinta “Sepucuk Surat Cinta Untuk Ibu”17. Puisi Cinta “Penyesalan”18. Puisi Cinta “Harusnya Aku Tak Melukainya” Aku Menemukan Cinta “Berpisah Denganmu”21. Puisi Cinta “Batin”22. Puisi Cinta “Biarkan”23. Puisi Cinta “Aku dan Kamu”25. Puisi Cinta “Telah Berubah”26. Puisi Cinta “Hati yang Terluka”27. Puisi Cinta “Waktu Telah Berlalu” 1. Puisi Cinta “Melukis Langit Senja” Puisi Cinta Pagi hari kuntum melati mulai bersemi kembali Terbuai dengan sentuhan embun sejak semalam Hingga senja beranjak menghampiri Dititipkannyalah segala harap dan ketulusan yang mendasar Bertanya pada langit kala itu Akankah menyecap kebahagian setiap waktu Lalu bagaimana dengan kabar kepahitan dan kesengsaraan Angin sepoi sedikit menggelitik Menerpa wajah serta membawa aroma bunga Akankah dia yang kucinta kembali dan membawa rindu bersamanya Aku yakin dengan rasa ku Cinta yang terilhami dari ketulusanmu, kekagumanku, dan kebersamaan kita Hingga kini masih menjadi misteri Teka-teki saat manik mata kedua insan saling menatap Tak tahukah engkau wahai lelaki pujaan Nuansa jingga kembali membawaku ke masa lalu Dan kini ku sadari itu hanyalah kenangan Dari kisah cintaku yang bertepuk sebelah tangan 2. Puisi Cinta “Kamu Adalah Judul Puisiku” Puisi Cinta Aku dan kamu Dua insan berbeda suku bertemu disaat tidak tepat Masih terngiang pertemuan pertama kala itu Belum mengenal serta belum bersua Terbingkai senyum cerah raut wajahmu Membuat aku bertanya siapakah gerangan Anak adam yang berhati mulia nan rupawan Kamu Seseorang istimewa mengisi relung hatiku Sejak 2 tahun lalu Datang tanpa aku undang dan membukanya dengan caramu secara perlahan Tahukah kamu apa arti dirimu bagi ku Kamu Seiring berjalannya waktu membuat aku terbiasa akan kasih sayangmu Segala humor kau selipkan setiap pembicaraan kita Kepedulianmu dan perhatian yang kau berikan setiap waktu Hati yang telah lama tertutup lambat laun mulai terbuka kala itu Kamu Pujangga yang berada dihidupku tanpa ikatan jelas Tanpa rencana dan seketika pergi tanpa ucapan selamat tinggal Bagian kenangan yang tidak akan pernah selesai 3. Puisi Cinta “Tatap Aku” Puisi Cinta Kurasa mentari saja tersenyum ketika melihat kebersamaan kita Canda dan tawa tanpa kepalsuan Melihat dua hati sedang berbunga-bunga Tatapan tegas nan tajam Mungkin semut pun ikut menari-nari Tak secuil perasaan iri akan cerita ini Terinspirasi dari kisah kita Walau seribu rintangan dengan jalan berliku Berakhir sangat indah Kebenaran berdasarkan kenyataan Dari tatapan kekasih hati Selepas semua problematika yang telah dilewati Tajamnya duri kini tak lagi terasa Serpihan bebatuan kini rata sebab pijakan bersama Melangkah dengan tangan yang saling menggenggam Sangat hangat dan erat bagai sepasang kunci dan gembok Tatap aku Bersama kita melangkah menuju masa depan Aku, kamu, dan keluarga kita menjadi satu 4. Puisi Cinta “Kepada Sahabatku” Puisi Cinta Sahabat Masih ingatkan kamu Saat bahu ku ini menjadi tempat bersandar Telinga ku seakan milikmu Selalu menjadi tempat berbagi cerita Suka serta kepahitan dunia kau utarakan tak kunjung usai Ingatkah dirimu Sekian lama waktu terlewati Jangan lupa hargai aku Sampai saat tak secuil kisahmu tidak ku ketahui lagi Hari-harimu mungkin penuh suka dan duka Akulah sahabat pilihan yang paling engkau percaya Kini Bahu ini bukan lagi tempatmu bersandar Telinga ini tidak lagi menjadi pendengar celotehan mu Sebab aku tak lagi jadi pilihanmu Sebab telah ada dia lainnya dalam relung hati mu Sahabatku Bahagia mu adalah bahagia diri ku Segenap doa selalu terpanjat Meski kini telah ada hati lain kau singgahi 5. Puisi Cinta “Janji Romantis Bibirmu” Puisi Cinta Telah lebih 1000 malam kita lalui Suka duka manis pahit terasa bersama Jangan ragukan lagi besarnya cinta dan kesetiaan ku Langit pun tahu Walau langit tak mampu menjawab Senja pun menyapa Walau tak sanggup bersahutan Cinta kasih kita adalah satu Hati ku telah terpanjatkan hanya kepada mu Sadarkah kamu Aku harap kamu dapat mencerna sehingga mengerti Cinta suci ini tak dapat terbagi Merupakan harga mati Hingga deru nafas ku terhenti Manik mata tak mampu lagi terbuka Serta raga ini terbujur kaku Hanya satu dirimu yang kumau selalu dihati Janji suci jangan kau ingkari Cukup aku dan kamu serta anak-anak kita kelak Bersatu dalam satu atap diliputi suasana cinta kasih keluarga utuh Aku yakin Kamu takdir ku untuk kini sampai selamanya 6. Puisi Cinta “Pandangan Pertama Pada Senja” Puisi Cinta Aku terbuai Aku terpesona oleh sinar hangatnya Senja kala itu malu menatap ku dengan sembunyi-sembunyi Aku tak ragu menatapnya diujung sana Binar cahaya nan indah tak tertandingi Aku terhanyut lembayunnya yang tampak semu Gagah nan sangat berseri Seakan diliputi kekejaman dengan campuran kelembutan Sayangnya kini senja berubah Luka membuatnya tertutup sendu Senja Kala itu mampu membuat aku terdiam seribu bahasa Merubah aku menjadi manusia pemarah Memiliki prasangka dan rasa cemburu buta Senja Kehadiranmu selalu menghadirkan kegundahan Seandainya aku boleh bertanya Apakah arti rasa ku hingga kini aku melangkah tak tentu arah? 7. Puisi Cinta “Aku Bisa Apa” Puisi Cinta Mungkin sebatas janji Manis terukir namun menusuk Bukan hanya rangkaian kata Aku pun turut berusaha Dimatamu mungkin menjadi ilusi Aku telah coba jadikan semua itu nyata Tidak terkurung dalam angan maupun mimpi Semua upaya diri ini karena kamu Kamu buat aku berjuang tanpa kenal letih Bertarung dengan terik mentari dan hujan meski hati mulai lelah Memecahkan kerasnya karang lautan saat fajar menjelang Kemudian tersenyum bahagia kala senjat tiba Aku bisa apa Ku tanya pada diri ini sambil menatap mu Ya aku bisa Bisa menghujani mu cinta dan kasih sayang Namun semua sebatas waktu dan kemampuanmu Jika suatu saat kamu mengusirku Aku tak ragu untuk pergi namun aku yakin tidak akan pernah kembali 8. Puisi Cinta “Sang Pujangga Impian” Puisi Cinta Saat ini aku tahu tak mampu meraih cinta dan hati mu Aku pun tak bisa menggenggam setitik kasihmu Terlebih menggenggam erat jemari indahmu Dulu tak hanya secarik puisi kau tuliskan untukku Beribu kata indah nan bermakna kau tujukan hanya untukku Kini semua berbeda Kurasa hati mu berubah tak lagi sama Pintu hati mu telah kau tutup Kau lebih memilih mengundang cinta lainnya Selain aku Tak lagi tersurat kepada ku sepenggal puisi dari mu Aku menyerah Aku tak bisa memaksa kehendak dan hati mu Untuk selalu mencintai dan menyayangi aku Sekarang kamu bebas Berhak memilih kemana hati mu ingin bahagia bersama pujaan hati baru itu Duhai kekasihku Tidakkah engkau mendengar suara relung hati yang memanggil namamu Tak bisa terlupakan gagahnya parasmu Cintaku Dapatkan engkau buka sedikit saja pintu hati mu itu Agar aku dapat memasuki dan menyelami lagi Kisah kita yang sudah usai termakan zaman 9. Puisi Cinta “Inikah Jatuh Cinta” Puisi Cinta Pancaran indah dari manik matamu Setiap kedipan dan lirikan itu membutakan mata hati ini Bagai kilatan petir yang membelah bumi Aku terpanjat Sesaat dunia seakan berhenti berotasi pada porosnya Sangking terkersima pesona indahmu Aku terjatuh dalam lubang cinta bak palung laut terdalam Takjub akan kelembutan dan keanggunanmu Mata ku memandangmu seakan makhluk sempurna Sesaat setelah itu terjadi Aku pun bertanya-tanya Inikah jatuh cinta Pada kamu yang belum aku ketahui namanya Cinta pandangan pertama atau detik selanjutnya Aku tak mengerti Lidahku seakan kelu otakku seakan buntu Bolehkah mengenalmu Rasa ingin merengku dan mengisi hatimu 10. Puisi Cinta “Tentang Cinta” Puisi Cinta Sepanjang hari selalu bayangmu terlintas dalam pikiran ku Entah mengapa kamu seakan menjelma seperti hantu Kini aku ingin menuliskan sepenggal puisi Tentang cinta kepadamu beserta rindu Aku malu Bahkan sejuta syair indah tak mampu menggambarkan rasa ini terhadap dirimu Jemari ku seakan berhenti menulis Ketika menemukan kata ‘CINTA’ Lalu ku sambung kembali kata-kata indahnya Tentang cinta yang aku miliki Ingin ungkapkan ‘AKU MENYAYANGIMU’ Cukup dengan bisikan perlahan Aku pun tahu tidak sanggup menahan cinta ini Terkenang saat kau balas dengan nada manja Sambil tertunduk malu-malu kau berkata ‘AKU JUGA MENYAYANGIMU’ Setelah saat itu aku sadar Serta bersyukur kepada Sang Pencipta alam semesta Mulai hari itu aku memberi waktu untuk hati Agar belajar memaknai bahasa hatimu 11. Puisi Cinta “Peri Kecil” Puisi Cinta Aku merindukan dirimu bagaikan mawar Bagaikan menanti cahaya matahari kala musim dingin Saat tak secercah cahaya mampu merengkuhnya Aku ingin menyirami cinta dan berpasangan seperti merpati putih Selalu berdua dan tak dapan mencintai makhluk lain setelah mendapatkan pasangannya Andai engkau tau aku ingin selalu berada didekatmu dan bersamamu Seperti kehangatan yang diberikan matahari pada bumi Memberikan kehidupan makhluk lain Bunga bermekaran, burung-burung pun ikut berkicauan Meski kadang terbesit dipikiran ini Mungkin hanya khayalan negeri dongeng sebelum tidur Dapatkah aku mewujudkan dalam dunia nyata Menjadikan cinta tanpa akhir Hanya bersama kamu Aku dan per kecilku 12. Puisi Cinta “Mimpi Semalam” Puisi Cinta Gelap langit malam kemarin Terselip secercah senyum nan indah Lama tak muncul Ternyata bersembunyi dari peraduannya Menawan menetap disana Terlihat jelas mata purnama Canda tawa terdengar masih sama Seakan membawa kembali ke masa lalu Saat aku benar berada disamping dia Sebut saja dia purnama Kala mimpi malam menjemputku selalu hadir Mengiringi langkah bertemu purnama Tergambar jelas cahaya purnama diatas aku dan dia Cahaya hangat purnama Menjemput dengan perlahan tapi pasti Tak lama kemudian Aku pun pulang Dibangunkan sapaan mentari pagi Seluruh isi hati seakan terenyuh Sayang dia kini tak dapat tersentuh Asa ku masih menggantung Kini kurelakan dia pergi bersama sinar purnama 13. Puisi Cinta “Rindu” Puisi Cinta Lama kupendam Baru ku sadari kini aku tak sanggup Tak mampu juga membuka Meski beribu upaya paksa Sudut hati terdalam ini Terukir kata sederhana Mungkin baginya tak bermakna Sebuah kata muncung barangkali telah usang Tak berubah meski termakan waktu ‘Aku rindu’ Kupejamkan kedua bola mata ini Hanya wajah sang pujaan hati muncul Seakan ia melempar senyuman kepadaku Terlintas sesaat Inginku memburu pemilik semyuman itu Namun sayang ia semakin menjauh Sudahlah aku tak bisa berpikir lagi Kepala ini seakan buntu Dia bagaikan impian yang sirna Yang hingga akhir waktu aku tak mampu meraihnya Telah kusimpan semua rasa dan gundah ini dalam hati Mengadu kepada hujan kala petang Beribu doa terpanjatkan dalam mimpi Bisikan rindu padamu jua tak kunjung sirna 14. Puisi Cinta “Ada Rindu Dimataku” Puisi Cinta Sempat terpikir olehku Seandainya belum bertemu dan mengenalmu Mungkin kini hati tak sesakit ini Kepada engkau yang meninggalkan aku Dalam gelapnya malam dan kejamnya dunia Sekarang aku berjalan tertatih tanpa cintamu Mungkin jika tidak mengenalmu Tidak akan ada pancaran rindu dibola mataku Ketika tak sengaja kita bertemu Aku bingung Apakah kini suara mu sama seperti hati mu Sama-sama membisu Aku rindu tatapan itu Penuh cinta dan kehangatan mampu membuat aku tenang Lihatlah ke dalam bola mata ini Mungkin dapat menggambarkan rinduku Akan segala hal yang berhubungan denganmu Kini rindu tengah menggantung di sukma Tepatri hanya diberikan pada hatimu Hingga kini aku belum sanggup menghapus bayangmu Yang menggoda hingga relung jiwa ini 15. Puisi Cinta Islami Puisi Cinta Kegelisahan sang malam Matahari sembunyi berganti gelap Langit terpenuhi gemerlap bintang Suasana tercipta bak surgawi Beribu bintang bertaburan kilaunya Tak tahukah betapa pedih malam yang kini gundah Langit seakan membisu dan sunyi Hingga merasuki celah hati Meski tengah kecewa nan sakit Akan kehidupan pahit serta sulit Harapan mulia setinggi langit Tertulis indah diatas secarik kertas suci Melangkah perlahan menapaki jalan Ada saat takut, jatuh, merangkak, tertatih Tak ada kekasih hati ataupun sahabat Datang mengulurkan bantuan Tak ada pula tempat bersandar Ingatlah masih ada Allah tempat bersujud 16. Puisi Cinta “Sepucuk Surat Cinta Untuk Ibu” Puisi Cinta Ibu Maafkan anakmu Yang telah menghiasi hari-harimu dengan tangisan Ketika aku bayi dulu Pinta ku mungkin kadang menyesakkan perasaanmu Segala celotehan tak beralasan Sering engkau dengar ketika aku pulang sekolah dulu Sabarmu tak terhingga menghadapi aku Yang terlalu bergantung dan manja padamu Maafkan aku bu Dalam lelap pun kamu bisa terganggu Dudukmu kini tak lagi dapat terhenyak Karena semua ulahku yang membebanimu Aku tahu ibu Jadwal istirahatmu pun tak menentu Tuturku kadang tak bisa terkendali Hingga engkau terluka dan berurai air mata Aku sadar Ini tak sebanding dengan cinta kasih yang kau curahkan Sungguh aku bukanlah darah dagingmu yang berbakti Ibu Kini ini aku mengusikmu melalui aksara ini Sepenggal aksara sederhana ini Terangkai kata dari relung hati ini Meski sederhana tetapi penuh cinta Terima kasih ibu atas segala pengorbananmu Semua keikhlasan mu terhadap ku Dalam doa selalu kuselipkan namamu Agar Tuhan selalu melindungi tiap langkah rapuh mu Serta memberkati hari-hari mu 17. Puisi Cinta “Penyesalan” Puisi Cinta Waktu kian berpacu Tak akan berhenti maupun menunggumu Tak dapat pula terulang kembali Semua kejadian tak akan kembali lagi Dapatkah aku berandai Jika waktu bisa membawa ku kembali Agar ku gariskan kembali takdir ini Ingin ku jadi insan lebih baik Hidup lebih bermakna Janji kan ku hiraukan kicauan orang diluar sana Mengabaikan hal tak berarti dan meraih mimpiku Namun apa daya Semua telah terjadi Waktu pun telah berlalu Tersadarku dalam kegelapan bahwa kini Harapan itu telah sirna 18. Puisi Cinta “Harusnya Aku Tak Melukainya” Puisi Cinta Dia mencintai aku Dapat ku rasakan Dari pancaran rona wajahnya ketika bersama Canda tawa juga menjadi bukti Perhatian dan ketulusannya kasih sayangnya Dia bagaikan nyala lilin Berkorban demi orang tanpa takut kematian Dia mencintai aku Jelas ku lihat dari pengorbanannya Bukan hanya sebatas kepedulian pertemanan Aku apakah masih pantas Mengharapkan cinta suci darinya Setelah menghancurkan segala angannya bersama ku Aku ragu aku pun malu Bukan maksud hati mencampakkan dia Aku pula memiliki rasa yang sama Aku mencintai dia Kini terlambat sudah api cinta itu telah padam Tak pernah terlintas melukai dia Aku hanya belum siap untuk terluka kesekian kalinya Meski dia perlahan menjauh Setiap malam aku berdoa pada Sang Pencipta Agar dia yang pernah mencintaiku Mendapatkan seseorang lebih baik dibandingkan aku Aku Menemukan Dia Puisi Cinta Tak perlu kau buka cerita masa lalu Dahulu biarlah menjadi permainan manismu Tak perlu pula kau pertanyakan Hanya akan membangkitkan memori ku akan goresan luka Sudahlah aku pun bosan muak lelah Segala sandiwara amatiranmuu rayuan dan dusta Aku takkan terbuai lagi dengan nafsumu Tak berminat menjadi deretan mantan kekasihmu Tak sudi diri ini dianggap wanita pilihan Itu dulu Lalu kau pergi begitu saja setelah penolakanku Aku bingung mengapa sesakit ini Namun kini luka hati telah pulih Aku pun menemukan dia yang lainnya Seseorang pria terhormat dan akhlak baik Membimbing ke pintu surga Selamat datang masa depan Selamat tinggal masa lalu kelam Terimakasih atas segenap ilmu pendewasaan yang telah kau berikan Meski aku belajar melalui luka Cinta “Berpisah Denganmu” Puisi Cinta Hembusan angin terasa sepoi-sepoi menerpa Seakan memaksaku tuk menjauh Apadaya mata tak kuasa Membendung air kesedihan kini bertumpah ruah Sayang Sadarku semua kenangan itu telah menjelma menjadi lautan kenangan Yang tak dapat terbuang dari samudra hidupku Sungguh masih membekas sentuhan lembut jemarimu Kau makhluk terindah pernah melukis hati dan hari-hariku Kini perpisahan seakan belati Bersiap menggoreskan luka di relung jiwa dan hati 21. Puisi Cinta “Batin” Puisi Cinta Langit menggelap Gumpalan awan hitam mengerumuni Tak lupa gemuruh ikut bersahutan Hujan pun datang secara perlahan Lampu sengaja ku padamkan Mataku pejamkan Sembari menyelami sepi dan kekosongan Bagaikan menanti sinar bulan diatas pemakaman Menunggu maut untuk mencumbu kesengsaraan Hidup terasa hanya kepedihan Rasa sakit entah kapan berujung Hatiku terluka Entah bagaimana abadi dan tak akan sirna Oleh segala dusta yang kau lontarkan padaku 22. Puisi Cinta “Biarkan” Puisi Cinta Kini saatnya aku berkata Cukup sudah pelarian ini Aku lelah dan akan berhenti Tak mampu lagi menghindar dari kenyataan hidup Penantian sekian lama tak membuahkan hasil Tak akan pula aku berharap lagi Agar dirimu perhati Peduli bahkan kembali kepadaku Cinta ini sengaja abaikan Rasa ini sengaja aku buang Kini aku tak mau rasakan Pahitnya kehilangan seseorang bagaikan semesta Sejak kau pergi bersama dia Cinta baru lainnya Aku ikhlas Cukup semua kenangan manis menjadi kenangan Tak ingin kuteruskan untuk masa depan kita Tidak ada lagi kita Hanya kamu dan aku Tanpa diikat dalam hubungan cinta 23. Puisi Cinta “Aku dan Kamu” Puisi Cinta Aku dan kamu Meski aku tak dapat menggapaimu Mendekap jiwa manja nan indah Aku dan kamu Kini telah terpisah bukan karena jarak Jurang putusnya percintaan yang memisahkan Kamu tidak mengerti aku Kamu pula tidak dapat menerima kekuranganku Aku selalu berusaha menjadi terbaik Namun tak pernah berharga dimatamu Aku bagai merindu bintang saat mentari hadir Butuh pancaran kehangatan mentari kala malam menyelimuti Luka ini sakit tak berdarah Pedih pun tak kunjung pergi memilih menetap abadi Tak dapat ku lukis diatas air jernih Tak mampu pula bertahan dalam kibaran api Meski kelak semua hilang Hati ini tak dapat berubah tetap akan seperti ini 24. Puisi Cinta “Suara Lubuk Hati” Puisi Cinta Kekasihku Sampai kini aku bertanya Mengapa engkau menjauh meninggalkanku Diantara lepasnya senja dan malam yang datang mencumbui Kau seolah berpaling ketika berhadapan denganku Masih pantaskah aku menyebutkan cinta ini Jika tidak aku tak berdaya untuk mengelak Kau berkuasa atas dirimu sendiri bukan aku Akankah kisah kita berlanjut lagi Setelah ratusan malam kita lewati dan jutaan bintang kita pandangi Kadang hati ini berteriak Mengapa semesta tega melakukan ini padaku Menjauhkan dirimu pujaan hati Dan sekarang tak ingin kembali Rasa itu hadir bagai tak diundang Pergi pun melenggang bebas tanpa kata perpisahan Aku bertanya-tanya kepada langit Tentang teganya sikapmu menusuk kalbu secara perlahan Kau pun pergi bersama dia dan mulai melupakan aku Kisah lama kita tak berarti dimatamu Mungkin aku tak pantas untuk kau cintai Aku belajar melepas rasa cinta untukmu dengan perlahan Andai kau tahu Betapa sulitnya hari, minggu, tahun terlewati tanpa hadirmu Sabar dan hatiku ada batasnya menahan kesakitan ini Apakah ini namanya mencintai tanpa dicintai Sungguh menyakitkan hingga relung hati 25. Puisi Cinta “Telah Berubah” Puisi Cinta Kamu yang dulu ada Seseorang pengisi ruang hati Pangeran senja pernah kudamba Membuatku merasakan makna dicintai Berbagai cara dulu kamu lakukan Untuk mendapatkan hati ini Namun sekarang mengapa berbeda kurasakan Kau bagaikan perlahan menjauh ingin menghilang dari muka bumi Aku bingung, aku merasakan luka, aku tak sanggup Bila harus kehilangan dirimu Tetapi apa daya harus kulakukan agar kau bertahan Sedangkan kau telah menjauh bersama kekasih baru Kau buat aku seakan bukan siapa-siapa Memori indah saat bersama dulu tak berarti dimata mu Telah aku coba untuk membuka pintu hatimu lagi Aku tahu kiranya kau enggan membukakan Telah kuyakinkan diri Inilah saat yang tepat untuk pergi Berpamitan pun tiada penting lagi bagimu Meski telah kau hancurkan aku karena sikap dinginmu Meski terasa berat untuk merelakan Meski banyak kenangan yang belum sepenuhnya aku buang Aku berjanji tak akan mengusik Kamu dan cintamu yang baru 26. Puisi Cinta “Hati yang Terluka” Puisi Cinta Hati ini bergetar kala sepasang manik mata indah itu menatapku Pandangan ku terhalang keindahannya Sekujur tubuh lemas seketika dan mulai tersadar Kini kau milik orang lain Apa daya diri ini Bukan siapa-siapa yang mencintaimu Mungkin bagimu ini berlebihan Kamu tak perlu memikirkan aku Aku sedang belajar terbiasa tanpa hadirmu lagi Aku bingung Mengapa bola matamu memandang dengan penuh kebencian dan amarah Meski senyum indah kulemparkan padamu Engkau berubah sudah tak sama Maafkan aku naluri cinta ini tak kuasa terkurung dalam hati Ku mengerti satu hal wajib dilakukan Melepaskan dan mengikhlaskan kamu Tanpa mengganggu kehidupan mu dengan cinta yang lain 27. Puisi Cinta “Waktu Telah Berlalu” Puisi Cinta Teringat jelas dalam memoriku Kala itu kita tengah dekat Bagaikan dua sejoli sedang kasmaran Tak ada hari ku habiskan tanpa kehadiranmu Kau menghiasi hariku dengan senyuman dan perhatianmu Sayang kini kau berubah Mungkin karena kesalahanku Kau sangka aku mempermainkanmu Seandainya mampu aku jelaskan Bukan maksud membuat kamu pergi Aku hanya bingung apa sebenarnya hubungan ini Mungkin kau bukan orang yang ingin didesak Mungkin juga engkau tak benar-benar mencintaiku Hanya aku terlalu berharap Tanpa tahu kau hanya menganggap ku teman sepermainan Boleh copy paste, tapi jangan lupa cantumkan sumber. Terimakasih Puisi Cinta
puisi cinta pandangan pertama pendek